Keberadaan ayam hias nampaknya sudah menjadi kebutuhan tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Persaingan hidup yang kian ketat sangat berpotensi memicu stress bahkan depresi. Kehadiran tanaman hias dan ternak hias diyakini bisa menjadi penghibur dan mengurangi tekanan stres. Ayam hias banyak ragam dan jenisnya. Ada yang lokal asli Indonesia seperti ayam balenggek dari Sumatra Barat, ayam pelung dari Jawa Barat dan sebagainya. Ayam hias import juga tidak sedikit, seperti ayam hias skyner import dari Perancis, ayam black poland dari Polandia dan sebagainnya. Nah, bagaimana dengan ayam kate?
Ayam Kate dikenal karena ciri khasnya yang memiliki perawakan mini, suara yang merdu, keindahan bulu, jengger dan berbagai keindahan fisik lainnya. Hal itulah yang mendorong para peternak dan para hobbies untuk memelihara ayam hias ini sebagai hiburan dan pengusir stress. Ayam kate emas, Pendatang yang diduga berasal dari jepang. Umumnya orang menganggap bahwa ayam ini termasuk ayam kate lokal. Hal ini dapat dimaklumi karena bentuk badan, bulu jengger dan kakinya sama persis dengan ayam kate lokal, yang membedakan adalah warna bulunya. Kate lokal memiliki warna bulu hitam dan putih, sedangkan kate emas berwarna kuning keemasan. Kate emas juga memiliki jengger yang besar, berdiri tegak berwarna merah segar. Sepasang pialnya sewarna dengan jengger dan menggantung dibawah rahang. Paruh dan kukunya berwarna kuning dan putih tulang.









